Ulah Mahasiswa Agribisnis di Wisuda Sarjana 2 Universitas Peradaban

Tanggal 21 Oktober 2017 tepat di hari Sabtu ini menjadi salah satu hari sakral untuk Universitas Peradaban, yaitu tanggal dimana Universitas Peradaban kembali meluluskan putra-putri terbaik bangsa yang di wisuda. Wisuda sarjana tahun ini adalah Wisuda yang kedua dengan peserta sejumlah 262 mahasiswa dari Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ekonomi & Bisnis. Namun admin tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai Wisuda Sarjana 2 ini, lebih lengkapnya silahkan kunjungi website Universitas Peradaban.

Seperti judul dari postingan kali ini, ada ulah mahasiswa Agribisnis di acara Wisuda Sarjana 2 Univeristas Peradaban. lantas apa ulah dari mereka?

Dari banyaknya wali mahasiswa yang hadir di kampus Universitas Peradaban, mahasiswa jurusan Agribisnis membuat ulah dengan kreatifitas yang di aplikasikan dalam bentuk stand. Stand yang mereka buka bukan berisi pameran karya yang hanya bisa di lihat banyak orang, tapi juga bisa menghasilkan uang. Mereka menyajikan hasil karya berbentuk makanan tradisional yang dikemas secara modern sehingga lebih menarik. Mahasiswa Agribisnis memang sudah lama mempunyai produk yang diberi nama dengan Agripik, agripik ini memproduksi berbagai makanan ringan dari hasil tumbuhan yang ada di sekeliling rumah kita dan yang sering kita jumpai, diantaranya krupuk bonggol pisang, krupuk wortel, krupuk ubi, krupuk singkong dan lain sebagainya. Namun produk yang di tampilkan di stand kali ini bukan dari produk agribik, tapi mereka menyajikan makanan berat seperti Singkong keju dan temen-temenya, dan juga menyediakan es kelapa muda. Ini memang salah satu strategi, karena melihat kondisi pada saat wisuda sangat terik, memang sangat cocok apa bila minum minuman yang dingin, dan singkong keju sangat cocok untuk mengisi perut yang kosong saat datangnya siang.

Stok Agripik Habis

Salah satu alasan kenapa tidak menjual produk agripik adalah karena stok dari agripik sendiri memang sudah habis dan masih dalam tahap produksi. Amelia Pramuwarsari mahasiswa Agribisnis semester 3 selaku Koordinator dari stand agribisnis ini membenarkan, “Awalnya stok produk agripik habis, akhirnya kami mencari inovasi dan ketemulah ide membuat singkong keju, es kelapa muda dan makanan tradisonal lainnya”. Stand ini di beri nama “Traditional Food” yang menyajikan berbagai makanan tradisional asli Indonesia yang mereka siapkan hanya satu hari sebelum acara wisuda berlangsung.

Persiapan hanya satu hari

Mungkin bisa dikatakan gila karena menyiapkan strategi bisnis hanya satu hari, “Persiapan hanya satu hari, kami memakai jurus The power of kepepet”, tutur Amelia. Stand ini bukan hanya bertujuan mencari keuntungan dari acara yang sedang berlangsung dengan target para wali mahasiswa peserta wisuda, tapi juga ada tujuan lain. “Selain memanfaatkan keuntungan secara materi, tapi juga solidaritas mahasiswa agribisnis bisa terjaga dengan adanya kegiatan ini”, imbuhnya. Karena minimnya persiapan, standpun dibuat dengan seadanya.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *